Rabu, 15 Juni 2011

Only You Part 4




Part 4

~Keesokan harinya di sekolah..

Yuri memasuki ruangan kelas. Saat ia melihat tempat duduknya, ada seorang namja yang tertidur di kursinya..

“Yaa! Yaa! Yaa! Ireona!!” Perintah Yuri sambil menepuk lengan namja itu..

“Yak! Ppali ireona..Ini kursi ku..aku mau duduk..sebentar lagi jam belajar akan di mulai..” Ucap Yuri lagi..Namja itu pun bangun..

“Deo?!?! Apa yang kau lakukan disini?? Bukankah kursi mu itu di belakang sana??” kata Yuri ngomel..

“Kau sudah datang?? Aku tidak mau duduk dibelakang..di situ aku tidak bisa menangkap pelajaran dengan baik..Jadi aku mau duduk disini saja..” Ucap Minho santai..

“Kalau kau duduk di sini..Lalu aku duduk dimana..pabo..” kata Yuri berusaha sabar..

“Kau bisa lihat kursi di sebelah ku kosong kan?? Duduk saja di situ?? Tak usah berisik!!”

“Mwo?? Duduk di sebelah mu?? Sireo!! Aku tidak sudi..”

“Ya sudah kau saja duduk di belakang sana??” ucap Minho lagi..

“Yak! Pindah sana!!” Perintah Yuri kesal..

“Shireo..” kata Minho menolak..

“Pindah!!”

“Shireo..”

“Pindah!!”

“Shireo..”

“Pindah!!”

“Shireo..”

5 menit mereka bertengkar hanya mempeributkan masalah tempat duduk. Sampai guru mereka masuk kelas pun mereka masih bertengkar..

“Kwon Yuri..” kata son saeng nim menegur Yuri yang masih berdiri..

“Ne..” jawab Yuri agak takut..

“Kau tidak melihat guru sudah masuk kelas?” ucap son saeng nim..

“Liat seam??” ucap Yuri menundukan kepalanya tak berani menatap gurunya yang killer itu..

“Atau kau butuh peta untuk menuju tempat duduk mu??” kata guru itu lagi..

Mau tidak mau dia terpaksa duduk di sebelah Minho. Dia pun menuju kursi  itu dengan langkah berat. Minho Cuma bisa senyum-senyum gaje. Sedangkan Yuri masih memasang wajah kesal.

Saat Yuri hendak mengambil buku yang ada di lacinya, dia mendapatkan sebuah kertas. Minho hanya meliriknya dan kertas itu sambil senyum-senyum.

“Apa ini??” ucap Yuri heran sambil membuka kertas itu dan membacanya..
Dan lagi-lagi dia mendapat surat yang bertuliskan..

“Jusunghamnida”

“Aku heran..siapa sih yang mengirimkan ini??” ucap Yuri pelan agar Son saeng nim tidak mendengar..

“Itu aku..” jawab Minho pelan..

“Mwo?? Kau??” tanya Yuri. Minho hanya mengangguk..

“Lalu..apa kau mengirimku surat yang sama seperti ini tadi malam? Dan memberi ku boneka dan bunga tadi malam itu kau??” tanya Yuri lagi..

“Ne..” jawab Minho singkat..

“Untuk apa??” tanya Yuri..

Belum sempat Minho menjawab si son saeng nim itu berkicau lagi..

“Kwon Yuri!! Choi Minho!! Sekarang juga kalian keluar!! Keberadaan kalian di sini hanya membuat suasana belajar jadi sangat tidak tenang!! Keluar kalian berdua!!!” Perintah Son saeng nim killer itu..

Dengan semangat Minho berdiri dan berkata..

“Ne Saem..” kata Mnho dengan lantang seperti pasukan tentara. Lalu ia menarik tangan Yuri dan mengajaknya keluar sebelum son saeng nim itu berkicau lagi.

“Yak! Lepaskan tangan ku!!” ucap Yuri..

“Ppaliwa..” perintah Minho. Merekapun keluar kelas. Son saeng nim itu hanya menggelengkan kepalanya dan kembali mengajar.

~Di luar kelas.

“Kau ini bagaimana?? Kenapa kau sepertinya senang sekali di suruh keluar kelas?? Aku kira kau akan mencari alasan agar Son saeng nim mencabut hukumannya..” kata Yuri kesal..

“Kenapa aku harus mencari alasan?? Aku tidak menyukai son saeng nim itu..Kau tidak takut di makan olehnya?? Tatapan matanya saja seperti singa mencari mangsa..” Jawab Minho santai..

“Jika kau tidak suka kau saja yang keluar..kenapa kau harus mengajakku keluar bersamamu??” tanya Yuri masih kesal..

“Apa kau tidak bisa mendengar tadi son saeng nim bilang kita berdua yang harus keluar..bukan hanya aku..” kata Minho..

“Sudahlah..lalu sekarang kita harus bagaimana?? Kalau kita berkeliaran seperti ini pada jam belajar, kita bisa dikira bolos..” kata Yuri. Minho pun diam dan berpikir.
“Aha!! Aku tau..Ayo ikut!!” ucap Minho lalu menarik Yuri dan membawanya ke suatu tempat..

~Lantai atas gedung sekolah..

Yuri menghirup nafas sedalam-dalamnya lalu mengembuskannya. Sedangakan Minho hanya tersenyum di belakangnya..

“Waah..aku tidak menyangka kalau lantai atas gedung sekolah ini begitu tenang..” kata Yuri sambil tersenyum..

“Yaa! Kau baru beberapa hari sekolah disini kenapa bisa tau tempat seperti ini??” tanya Yuri pada Minho yang masih berdiri di belakangnya..

“Sejak dulu saat pertama kali berada di sekolah aku selalu mencari tempat paling tenang yang ada di sekolah tersebut..Saat aku pertama kali sekolah disini pun aku mencari tempat itu..dan akhirnya aku menemukan tempat ini..Disini sangat tenang dan jarang ada orang yang datang kesini..Yaa! Kau sudah lama bersekolah disini apa  kau tidak tau tempat ini??” Kata Minho menjelaskan..

“Ani..bukannya aku tidak tau..hanya saja aku belum pernah  ketempat ini karena aku kira tempat ini sangat membosankan..ternyata tempat ini sangat tenang dan damai..” ucap Yuri sambil  tersenyum lega..

Yuri pun duduk di  sebuah papan kayu yang tergeletak di lantai. Minho duduk disebelahnya..

“Sekarang kau tidak marah lagi kan pada ku??” Tanya Minho..

“Ani..aku masih sedikit marah pada mu..” Jawab Yuri..

“Yak! Apa kurang aku memberimu bunga, boneka, dan 2 buah surat untukmu?? Ucap Minho..

“Ani..masalah yang itu aku sudah memaafkannya..” jawab Yuri..
 
“Lalu kenapa kau masih marah??” tanya Minho heran..

“Aku marah karna gara-gara kau aku jadi ikut di hukum..” Jawab Yuri..

“Mwo?? Gara-gara aku?? Yak! Bukankah ini juga  sa…” Minho tidak melanjutkan kalimatnya, lalu ia berkata..
”Baiklah..apa yang harus aku lakukan agar kau benar-benar tidak marah lagi padaku??” tanyanya..

“Kau mau melakukan apa saja??” tanya Yuri..

“Ne..apa  saja..”

“Baiklah..sekarang kau harus menghiburku..” perintah Yuri..
“Bagaimana caranya??” tanya Minho..

“Mmm..” Yuri berpikir sejenak..

“Aha! Aku tau..kau harus  menari semenarik mungkin didepan ku!!” perintah Yuri..

“Mwo?? Menari?? Aku tidak bisa melakukanya..” ucap Minho..

“Sudahlah lakukan saja!!”

“Baiklah..” ucap Minho.

Minho pun berdiri dan menari di hadapan Yuri. Yuri yang melihatnya hanya diam dan sedikit kagum dengan gerakan Minho..

“Waa..tidak buruk..” ucap Yuri sambil tepuk tangan ketika Minho selesai menari..

“Ottokhae?? Bagus tidak??” tanya Minho sambil kembali duduk disebelah Yuri..

“Ne..” jawab Yuri singkat  sampil mengacungkan kedua jempolnya..

“Yah! Kau Dancing Queen disekolah ini??” tanya Minho..

“Molla..memang banyak siswa yang menjulukiku dengan sebutan seperti itu..tapi aku tidak tau apa aku memang pantas disebut Dancing Queen sekolah ini..makanya aku bersikap biasa-biasa saja..” jawab Yuri menjelaskan..

“Apa sekolah ini punya Dancing King??” tanya Minho..

“Mwo?? Sekolah ini tidak mempunyai dancer namja..semuanya yeoja..kita pernah membuka pendaftaran untuk para namja dan membuat grup dance namja..tapi tidak ada yang berminat..” ucap Yuri menjelaskan..

“Kalau begitu aku saja yang menjadi Dancing King..” ucap Minho iseng..

“Mwo?? Kau gila?? Jika aku memang Dancing Queen sekolah ini itu artinya aku menjadi pasanganmu?? Cih..aku tidak mau berpasangan denganmu..”kata Yuri sambil tersenyum..

“Kau kira aku mau jadi pasanganmu..Chh percaya diri sekali..” ucap Minho. Yuri pun akhirnya tertawa.

Minho tersenyum melihat Yuri yang sedang tertawa. Ia terus memandang Yuri.
Lalu mereka pun bercanda bersama..

~To Be Continue~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar