Kamis, 16 Juni 2011

Only You Part 5



Part 5

~Kyuhyun Pov..

Aku mencari Minho dan Yuri di kelasnya. Tapi mereka tidak ada. Kemana sih mereka?? Kenapa mereka bisa pergi berdua?? Apa mungkin mereka bolos jam belajar?? Kalau Minho mungkin, tapi kalau Yuri aku rasa tidak mungkin dia membolos. Aku memutuskan untuk menelponnya saja. [Dari tadi kek..==”]

“Yeoboseyo..Yuri-ah..Kau dimana?? Tumben sekali kau kesana?? Baiklah aku menunggumu di kantin..” Kata ku berbicara pada Yuri di tepon..[Tau..tau]

~Dikantin..

Akhirnya datang juga dia. Eh, tunggu dulu. Dia datang dengan Minho?? Ternyata mereka sudah berbaikan. Baguslah..Hahahaha..

~Author Pov...

Yuri dan Minho duduk di depan Kyuhyun..

“Yaa! Kalian sudah baikan??” tanya Kyuhyun..

“Mm..” jawab Yuri singkat..

“Baguslah..hahahaha..” ucap Kyuhyun sambil melanjutan aktivitasnya..

“Kau sedang apa??” Tanya Minho..

“Aku sedang menyiapkan bahan untuk test ku di kelas music..” jawab Kyuhyun..

“Oo..Aku beli minum dulu yaa..kalian mau apa??” tanya Minho.

“Aku mau minuman soda saja..” jawab Kyuhyun..

“Kau Yuri??” tanya Minho pada Yuri..

“Apa saja yang penting dingin..” jawab Yuri..

“Ara..Jamkanman..” kata Minho lalu pergi..

Lalu Junhyung datang dan menghampiri Yuri dan Kyuhyun..

“Annyeong oppa..” sapa Yuri..

“Annyeong Yuri..”

“Oppa sepertinya sangat sibuk ya sekarang..” kata Yuri..

“Karna tuntutan pekerjaan..jadi aku tidak bisa lagi menghabiskan waktu bersama kalian seperti dulu..Mian” kata Junhyung..

“Gwaenchana Hyung..Kita bisa maklumi kok..” ucap Kyuhyun..

Kemudian Minho pun datang membawa beberapa minuman..

“Ini pesanan kalian..Annyeonghasseyo Son Saeng Nim..” sapa Minho kepada Junhyung..

“Ne..annyeong hasseyo..” jawab Junhyung..


~Junhyung Pov..

Kenapa aku sepertinya tidak menyukai dia?? Rasanya aku tidak ingin berlama-lama disini. Aku lihat jam tangan ku sebagai alasan..

“Baiklah..aku ada janji..sepertinya aku sedikit terlambat..”

“Ne oppa.. hati-hati..” ucap Yuri kepada ku..

“Hati-hati Hyung..” sahut Kyuhyun lagi..

Aku pun pergi meninggalkan mereka bertiga. Aku merasa ada yang aneh dalam diriku. Kenapa aku tiba-tiba jadi seperti ini?? Atau jangan-jangan..Ah, tidak mungkin Yuri itu dongsaengku. Aku tidak boleh menyukainya. Apa lagi mencintainya. Tapi..ah sudahlah. Semoga saja jika aku terus menghindar seperti ini perasaan yang aneh ini akan hilang. 


~Minho Pov..

Mwo?? Kenapa Yuri memanggilnya oppa?? Dan Kyuhyun memangilnya Hyung?? Bukankah dia guru kita??

“Yaa! Bukankan dia guru kita?? Kenapa kalian tidak memanggilnya son saeng nim??” tanyaku.

“Aku tidak terbiasa.” Jawab Yuri..

“Wae??” tanyaku lagi..

“Aku malas menjelaskan panjang lebar..Kyuhyun-ah, kau saja yang menjelaskannya pada Minho..” jawab Yuri lagi..

“Begini..Yuri kan tinggal sendirian dirumahnya karena orang tuanya sedang pergi keluar 
negri untuk bekerja. Kemudian orang tuanya menitipkan Yuri pada Junhyung Hyung yang merupakan anak dari sahabat orang tua Yuri..Sejak saat itu kita bertiga bersahabat..Tapi semenjak ia memutuskan untuk pergi ke Australia dan kembali kesini suasananya sedikit berbeda..Dia jarang sekali ngobrol dengan kita lagi” ucap Kyuhyun yang menjelaskan semuanya padaku. Aku hanya mengangguk.

“Tapi aku heran..bukankah ia sudah terkenal?? Kenapa ia memilih mengajar disini dibanding membuka sekolah musik?? Padahal dulu dia bilang ingin menjadi pemusik Internasional..” tanya Yuri.

“Bukankah dia mengajar disini karena sebuah alasan??” ucapku.

“Mwo?? Alasan??” tanya Kyuhyun sedikit terkejut.

“Alasan apa??” tanya Yuri..

“Molla..” jawabku..

Aku berpikir. Jika Junhyung saem kesini untuk menemui seseorang, di sekolah ini hanya Yuri dan Kyuhyun yang dia kenal eskipun banyak siswa di sekolah ini yang mengenalnya..Atau jangan jangan..Ah, bisa saja itu terjadi. Tapia pa urusanku..

“Minho-sshi..Minho-sshi..Yak!!” teriak seorang yeoja yang duduk di sebelahku yang membuyarkan lamunan ku dengan pukulannya di lenganku..

“Yuri-ah..”

“Kenapa kau melamun?? Waeyo??” tanya Yuri..

“Aniya..gwaenchana..yah Yuri-sshi mau tidak kau menemaniku ke took kaset sore ini??” ucapku lalu tersenyum..

“Kau tidak mengajakku??” kata Kyuhyun.

“Tentu saja aku mengajakmu juga..” ucap ku lagi..

“Ani..kalian berdua saja..aku masih banyak tugas..” jawab Kyuhyun.

“Keurae..aku akan menemanimu asal kau traktir aku es krim..” jawab Yuri..

“Baiklah..” kata ku sambil tersenyum senang..


~Author Pov..

Sore hari di depan toko kaset. Yuri memegang es krim yang si belikan Minho. Mereka selesai mencari kaset. Saat perjalanan pulang tiba-tiba..

“BRUUKKK…!!!”

Yuri dan Minho menabrak seorang yeoja cantik namun berwajah jutek.

“Jusunghamnida..*bow*” jawab Yuri dan Minho bersamaan sambil membersihkan es krimnya yang tumpah ke pakaian yeoja itu.

“Gwaenchana..” jawab yeoja itu dan ia pun tersenyum..

“Kau..” kata yeoja itu lagi terkejut saat ia memandang wajah Minho..

“Minho-sshi??” katanya lagi..

“Noona??” kata Minho..

Yuri hanya memandang mereka dengan tatapan bingung..

~To Be Continue~

Rabu, 15 Juni 2011

Only You Part 4




Part 4

~Keesokan harinya di sekolah..

Yuri memasuki ruangan kelas. Saat ia melihat tempat duduknya, ada seorang namja yang tertidur di kursinya..

“Yaa! Yaa! Yaa! Ireona!!” Perintah Yuri sambil menepuk lengan namja itu..

“Yak! Ppali ireona..Ini kursi ku..aku mau duduk..sebentar lagi jam belajar akan di mulai..” Ucap Yuri lagi..Namja itu pun bangun..

“Deo?!?! Apa yang kau lakukan disini?? Bukankah kursi mu itu di belakang sana??” kata Yuri ngomel..

“Kau sudah datang?? Aku tidak mau duduk dibelakang..di situ aku tidak bisa menangkap pelajaran dengan baik..Jadi aku mau duduk disini saja..” Ucap Minho santai..

“Kalau kau duduk di sini..Lalu aku duduk dimana..pabo..” kata Yuri berusaha sabar..

“Kau bisa lihat kursi di sebelah ku kosong kan?? Duduk saja di situ?? Tak usah berisik!!”

“Mwo?? Duduk di sebelah mu?? Sireo!! Aku tidak sudi..”

“Ya sudah kau saja duduk di belakang sana??” ucap Minho lagi..

“Yak! Pindah sana!!” Perintah Yuri kesal..

“Shireo..” kata Minho menolak..

“Pindah!!”

“Shireo..”

“Pindah!!”

“Shireo..”

“Pindah!!”

“Shireo..”

5 menit mereka bertengkar hanya mempeributkan masalah tempat duduk. Sampai guru mereka masuk kelas pun mereka masih bertengkar..

“Kwon Yuri..” kata son saeng nim menegur Yuri yang masih berdiri..

“Ne..” jawab Yuri agak takut..

“Kau tidak melihat guru sudah masuk kelas?” ucap son saeng nim..

“Liat seam??” ucap Yuri menundukan kepalanya tak berani menatap gurunya yang killer itu..

“Atau kau butuh peta untuk menuju tempat duduk mu??” kata guru itu lagi..

Mau tidak mau dia terpaksa duduk di sebelah Minho. Dia pun menuju kursi  itu dengan langkah berat. Minho Cuma bisa senyum-senyum gaje. Sedangkan Yuri masih memasang wajah kesal.

Saat Yuri hendak mengambil buku yang ada di lacinya, dia mendapatkan sebuah kertas. Minho hanya meliriknya dan kertas itu sambil senyum-senyum.

“Apa ini??” ucap Yuri heran sambil membuka kertas itu dan membacanya..
Dan lagi-lagi dia mendapat surat yang bertuliskan..

“Jusunghamnida”

“Aku heran..siapa sih yang mengirimkan ini??” ucap Yuri pelan agar Son saeng nim tidak mendengar..

“Itu aku..” jawab Minho pelan..

“Mwo?? Kau??” tanya Yuri. Minho hanya mengangguk..

“Lalu..apa kau mengirimku surat yang sama seperti ini tadi malam? Dan memberi ku boneka dan bunga tadi malam itu kau??” tanya Yuri lagi..

“Ne..” jawab Minho singkat..

“Untuk apa??” tanya Yuri..

Belum sempat Minho menjawab si son saeng nim itu berkicau lagi..

“Kwon Yuri!! Choi Minho!! Sekarang juga kalian keluar!! Keberadaan kalian di sini hanya membuat suasana belajar jadi sangat tidak tenang!! Keluar kalian berdua!!!” Perintah Son saeng nim killer itu..

Dengan semangat Minho berdiri dan berkata..

“Ne Saem..” kata Mnho dengan lantang seperti pasukan tentara. Lalu ia menarik tangan Yuri dan mengajaknya keluar sebelum son saeng nim itu berkicau lagi.

“Yak! Lepaskan tangan ku!!” ucap Yuri..

“Ppaliwa..” perintah Minho. Merekapun keluar kelas. Son saeng nim itu hanya menggelengkan kepalanya dan kembali mengajar.

~Di luar kelas.

“Kau ini bagaimana?? Kenapa kau sepertinya senang sekali di suruh keluar kelas?? Aku kira kau akan mencari alasan agar Son saeng nim mencabut hukumannya..” kata Yuri kesal..

“Kenapa aku harus mencari alasan?? Aku tidak menyukai son saeng nim itu..Kau tidak takut di makan olehnya?? Tatapan matanya saja seperti singa mencari mangsa..” Jawab Minho santai..

“Jika kau tidak suka kau saja yang keluar..kenapa kau harus mengajakku keluar bersamamu??” tanya Yuri masih kesal..

“Apa kau tidak bisa mendengar tadi son saeng nim bilang kita berdua yang harus keluar..bukan hanya aku..” kata Minho..

“Sudahlah..lalu sekarang kita harus bagaimana?? Kalau kita berkeliaran seperti ini pada jam belajar, kita bisa dikira bolos..” kata Yuri. Minho pun diam dan berpikir.
“Aha!! Aku tau..Ayo ikut!!” ucap Minho lalu menarik Yuri dan membawanya ke suatu tempat..

~Lantai atas gedung sekolah..

Yuri menghirup nafas sedalam-dalamnya lalu mengembuskannya. Sedangakan Minho hanya tersenyum di belakangnya..

“Waah..aku tidak menyangka kalau lantai atas gedung sekolah ini begitu tenang..” kata Yuri sambil tersenyum..

“Yaa! Kau baru beberapa hari sekolah disini kenapa bisa tau tempat seperti ini??” tanya Yuri pada Minho yang masih berdiri di belakangnya..

“Sejak dulu saat pertama kali berada di sekolah aku selalu mencari tempat paling tenang yang ada di sekolah tersebut..Saat aku pertama kali sekolah disini pun aku mencari tempat itu..dan akhirnya aku menemukan tempat ini..Disini sangat tenang dan jarang ada orang yang datang kesini..Yaa! Kau sudah lama bersekolah disini apa  kau tidak tau tempat ini??” Kata Minho menjelaskan..

“Ani..bukannya aku tidak tau..hanya saja aku belum pernah  ketempat ini karena aku kira tempat ini sangat membosankan..ternyata tempat ini sangat tenang dan damai..” ucap Yuri sambil  tersenyum lega..

Yuri pun duduk di  sebuah papan kayu yang tergeletak di lantai. Minho duduk disebelahnya..

“Sekarang kau tidak marah lagi kan pada ku??” Tanya Minho..

“Ani..aku masih sedikit marah pada mu..” Jawab Yuri..

“Yak! Apa kurang aku memberimu bunga, boneka, dan 2 buah surat untukmu?? Ucap Minho..

“Ani..masalah yang itu aku sudah memaafkannya..” jawab Yuri..
 
“Lalu kenapa kau masih marah??” tanya Minho heran..

“Aku marah karna gara-gara kau aku jadi ikut di hukum..” Jawab Yuri..

“Mwo?? Gara-gara aku?? Yak! Bukankah ini juga  sa…” Minho tidak melanjutkan kalimatnya, lalu ia berkata..
”Baiklah..apa yang harus aku lakukan agar kau benar-benar tidak marah lagi padaku??” tanyanya..

“Kau mau melakukan apa saja??” tanya Yuri..

“Ne..apa  saja..”

“Baiklah..sekarang kau harus menghiburku..” perintah Yuri..
“Bagaimana caranya??” tanya Minho..

“Mmm..” Yuri berpikir sejenak..

“Aha! Aku tau..kau harus  menari semenarik mungkin didepan ku!!” perintah Yuri..

“Mwo?? Menari?? Aku tidak bisa melakukanya..” ucap Minho..

“Sudahlah lakukan saja!!”

“Baiklah..” ucap Minho.

Minho pun berdiri dan menari di hadapan Yuri. Yuri yang melihatnya hanya diam dan sedikit kagum dengan gerakan Minho..

“Waa..tidak buruk..” ucap Yuri sambil tepuk tangan ketika Minho selesai menari..

“Ottokhae?? Bagus tidak??” tanya Minho sambil kembali duduk disebelah Yuri..

“Ne..” jawab Yuri singkat  sampil mengacungkan kedua jempolnya..

“Yah! Kau Dancing Queen disekolah ini??” tanya Minho..

“Molla..memang banyak siswa yang menjulukiku dengan sebutan seperti itu..tapi aku tidak tau apa aku memang pantas disebut Dancing Queen sekolah ini..makanya aku bersikap biasa-biasa saja..” jawab Yuri menjelaskan..

“Apa sekolah ini punya Dancing King??” tanya Minho..

“Mwo?? Sekolah ini tidak mempunyai dancer namja..semuanya yeoja..kita pernah membuka pendaftaran untuk para namja dan membuat grup dance namja..tapi tidak ada yang berminat..” ucap Yuri menjelaskan..

“Kalau begitu aku saja yang menjadi Dancing King..” ucap Minho iseng..

“Mwo?? Kau gila?? Jika aku memang Dancing Queen sekolah ini itu artinya aku menjadi pasanganmu?? Cih..aku tidak mau berpasangan denganmu..”kata Yuri sambil tersenyum..

“Kau kira aku mau jadi pasanganmu..Chh percaya diri sekali..” ucap Minho. Yuri pun akhirnya tertawa.

Minho tersenyum melihat Yuri yang sedang tertawa. Ia terus memandang Yuri.
Lalu mereka pun bercanda bersama..

~To Be Continue~

Tiffany - By Myself Lyrics



Jebal moreunche jinagayo
Jebal nungildo jujimayo
Moraebaramgateun naldeure
Amugeotdo naege jujimayo

Nae maeum hana jeobeodugo
Nae nunmul hana sumgyeodugo
Cheoeumbon geotcheoreom nachseon saramcheoreom
Jinagayo geuraeyaman haeyo

Na honjaseo sarangeul malhago
Sarangeul bonaego honja ssaheun
Chueoge gyeobgyeobi nunmuri maeyeo

Meongose isseodo geudae haengbokhagil
Naui sarangeul gaseumgipi mudeoyo

Daeum sesang uri taeeonamyeon
Geuddaen sarangeuro majubwayo
Unmyeong ape himeopshi jineunil
Du geon dashi eoptge taeeonayo

Na geudae ape kkochi dwege
Na geudae wihae noraehago
Han saram yeojaro han namja yeinineuro
Geudae gyeote neur sargo shipeoyo

Na honjaseo sarangeul malhago
Sarangeul bonaego honja ssaheun
Chueoge gyeobgyeobi nunmuri maeyeo

Meongose isseodo geudae haengbokhagil
Naui sarangeul gaseumgipi

Apado apajyeodo jeordae nan ulji anhayo
Baro nae sarangeul ibyeoli eopseuni

I salmi kkeutnago daeum sesange uri
Ggok saranghaeyo Ggok saranghaeyo
Uri

Minggu, 12 Juni 2011

Only You Part 3




Part 3



~Junhyung Pov..

‘Siapa namja itu?? Apa selain Kyuhyun Yuri punya sahabat namja yang lain?? Ah, ada apa dengan ku?? Yuri kan pandai berteman..tidak seharusnya aku mengetahui siapa yang menjadi temannya. Itu kan hak dia. Tapi kenapa perasaan ku jadi seperti ini?? Meskipun hubungan mereka kurang baik, kenapa perasaan ku jadi tidak enak begini??’ batin Junhyung heran..

“Son Saeng Nim..” sapa seorang siswa kepadaku..[Author: Cocok g’ sih Junhyung di panggil Son saeng nim..==”]

“Ne..” jawab ku. Ternyata orang yang bersama Yuri tadi yang memanggilku..

“Son Saeng nim pelatih tim basket?? Tadi saya melihat son saeng nim berdiri di depan Gedung Olah Raga..Kenapa tidak masuk?? Saya sudah menunggu sejak tadi..”

“Hahaha..Aku bukan pelatih tim basket..aku guru music baru disini..kau kan ikut club basket..masa tidak tau siapa pelatih mu??” Kataku.

“Maaf..saya juga siswa baru..Choi Minho imnida..” kata Minho.

“Junhyung imnida..” kataku dan kami pun bersalaman..

“Junghyun?? Sepertinya nama son saeng nim tidak asing..Aaaa aku tau..Son saeng nim pemusik terkenal yang baru datang dari Australia itu kan?? Waa..daebak..” kata Minho..

“Aniya..tidak perlu berlebihan seperti itu..” kataku merendah.

“Keundae saem..bukan kah saem pemusik terkenal..kenapa son saeng nim lebih memilih menjadi guru di sekolah ini?? Kenapa tidak memilih membuka sekolah music sekalian??” Tanyanya lagi..

“Ani..ada suatu alasan kenapa aku lebih memilih menjadi guru di sekolah ini..”kataku lagi..

“Alasan??” Tanyanya tak mengerti..

“Ne..”

“Sepertinya aku tidak perlu tau..baiklah son saeng nim, aku membali ke gedung olah raga lagi ya..annyeong negasseo..*bow*” kata Minho lalu dia pun pergi..

‘Dialah alasan ku berada disini…Yuri..’ batin ku dalam hati..


~Author Pov..

~Gedung olah raga..

Yuri dan Kyuhyun selesai latihan.

“Nih minum..” tawar Kyuhyun sambil menyerahkan sebuah botol minuman kepada Yuri..

“Kamshamnida..” ucap Yuri dan mengambil botol minum itu..

Minho melihat mereka dan menghampiri mereka berdua..

“Kau..” kata Minho..

“Bukankah kau Cho Kyuhyun??” kata Minho lagi..

“Ne..Nuguseo??” jawab Kyuhyun..

Yuri yang melihat mereka hanya diam sambil meneguk minumannya..

“Yak! Aku Choi Minho..bukankah kita bersahabat waktu kecil??” Kata Minho..

“Kau Minho??” Tanya Kyuhyun lagi..lalu mereka berpelukan nostalgia..

Yuri yang melihat mereka bingung tidak mengerti..

“Kalian sedang apa??” Tanya Yuri bingung..

“Oo iya Yuri..kenalkan ini Minho sahabat ku waktu kecil..” kata Kyuhyun.

“Iya aku tau dia Minho..namja pertama yang mengatakan badanku berat..” kata Yuri..

“Jadi karna dia kau tidak mau makan banyak..”

“Diam kau?? Yang aku tanyakan itu hubungan kalian sebenarnya apa??” tanya Yuri..
Minho hanya tertawa kecil..

“Sebenarnya waktu kecil aku dan Minho bersahabat..hanya saja Minho harus pindah ke Incheon karna tugas orang tuanya..ternyata dia kembali kesini..yah! orang tua mu bekerja di Seoul lagi??” Kata Kyuhyun menjelaskan..

“Ani..aku sendirian pergi ke Seoul..Orang tua ku menetap di Inheon..”jawab Minho..

“Oh begitu..” ucap Yuri..

“Kau tau..Minho ini sahabat yang sangat baik..” ucap Kyuhyun lagi..

“Benarkah?? Chh..aku tidak percaya..” ucap Yuri dan meneguk minumannya lagi..

“Yaa! Sampai kapan kau mau menilaiku jelek seperti itu??” tanya Minho.

“Sampai kapan pun..” jawab Yuri dan pergi meninggalkan mereka berdua..

“Kenapa dia?? Jutek sekali..” tanya Minho..

“Sebenarnya dia bukan orang yang seperti itu..Tapi dia tidak suka jika ada orang yang bilang bahwa badannya berat..Dulu aku pernah mengatai badannya berat saat aku mengangkatnya ke ruang kesehatan waktu dia pingsan ketika latihan..” kata Kyuhyun menjelaskan..

 “Lalu apa yang terjadi??” tanya Minho..

“Apa lagi?? Dia memusuhiku selama 1 minggu..Dia tidak mau berbicara dengan ku selama 1 minggu..sejak saat itu aku kapok mengatai dia berat..” ucap Kyuhyun lagi..

“Kenapa dia tidak menyukainya??” tanya Minho tidak mengerti..

“Kau tau?? Dia punya fans di sekolah ini..Karena dia dancer terbaik di sekolah ini..dan dia sangat takut jika berat badannya naik atau badannya menjadi bertambah gemuk..karena imagenya itu bisa rusak..”  jelas Kyuhyun..

“Jadi aku bukan namja pertama yang mengatainya berat??” tanya Minho..

“Bukan..aku lah yang pertama..” ucap Kyuhyun lagi..

“Lalu kenapa dia bilang aku yang pertama??” tanya Minho..

“Dia tidak menghitugku mungkin karena aku sahabatnya..” jawab Kyuhyun..

“Lalu aku harus bagaimana agar bisa berbaikan dengannya??”

“Kenapa sepertinya kau ingin sekali berbaikan dengannya??” tanya Kyuhyun penuh kecurigaan(?)..

“Ani..dia kan sahabatmu..Kau juga sahabatku..apa aku tidak boleh bersahabat dengannya??” tanya Minho lagi..

“Oo begitu..keurae..hanya ini yang perlu kau lakukan..” ucap Kyuhyun lalu membisiki Minho..


~Yuri’s Home..

Pada malam hari Yuri sedang membaca novel di dalam kamarnya..
Tiba-tiba Hpnya berbunyi..Dia mengambil hpnya yang terletak di meja riasnya untuk mengetahui siapa yang menelpon..

“Siapa ini?? Nomor tak di kenal?? Ucap Yuri heran dan kemudian mengangkat telponnya.

“Yeoboseo..” sapa Yuri pada orang yang menelponnya. Tapi tidak ada jawaban dari orang itu.

“Yeoboseo??” sapa Yuri lagi tapi tidak ada jawaban.

“Nuguseo??” tanya Yuri..

“Yak! Cobalah bicara!! Aku yakin kau punya mulut yang bisa mengeluarkan suara..” ucap Yuri kesal. Karena tidak ada jawaban juga, dia pun menutup telponnya. Dan membanting hpnya ke kasur..[Author: Kenapa nda ke lantai bawah aja sekalian..==”]

“Iseng sakali..” katanya kesal..belum lama ia meletakkan hpnya. Tiba-tiba hpnya berbunyi lagi. Tapi kali ini nada pesan yang keluar dari hpnya. Yuri pun mengambil hpnya lagi dan membaca isi pesan itu. Pesan itu berisi..


“Aku menunggu di depan rumah mu.”


“Siapa ini?? Apa Junhyung oppa?? Tidak mungkin..sebentar lagi kan murid  yang ikut kelas music ada test..dia pasti sibuk..atau Kyuhyun?? Aku rasa juga tidak mungkin.. Jam segini dia pasti membantu Victoria onnie di restaurant milik ummanya..lalu siapa lagi??” pikir Yuri..memang selain Junhyung dan Kyuhyun jarang ada orang lain yang datang kerumah Yuri.

Yuri pun turun ke bawah dan membuka pintu depan..

“Tidak ada siapa-siapa..” ucapnya sambil mencari-cari. Dia pun pergi kedepan dan membuka pagar.

Saat dia membuka pagarnya, Dia memang tidak menemukan seseorang di sana..tapi ada sebuah rangkaian bunga berwarna merah yang di bungkus cantik..Boneka beruang berwarna  putih dan sebuah surat ada nama penulisnya..dalam surat itu hanya tertulis..

“Jusunghamnida”

Yang artinya penulis surat itu minta maaf padanya..

“Jusunghamnida?? Siapa yang menulis surat ini??” tanya Yuri heran sambil celingukan dan berharap dia bisa menemukan orang yang menulis surat itu..

Tapi sia-sia saja..dia tidak bisa menemukannya karna orang yang menulis surat itu ternyata pintar bersembunyi..Ya, orang yang menulis surat itu masih ada di sekitar rumah Yuri dan mengintipnya dari tempat yang tidak di ketahui oleh Yuri..Yuri pun masuk ke rumahnya sambil membawa bunga, boneka dan surat itu..

~To Be Continue~

Hayoo siapa itu?? :D